Pengarang : Dwiyasti
Format : 14,5 x 21 cm
ISBN : 978-602-8672-36-8
Jumlah halaman : 116
Harga : Rp 22.000,-
Soft cover
Terbit : November 2011

Setelah sukses menulis dan diterbitkan dalam KKPK Lux: Magic Cookies, Dwiyasti Fachrunnisa Suherman memberanikan diri untuk mengirim naskah dan menulis untuk Penerbit Edelweiss. Dan, inilah karya pertama Dwiyasti yang diterbitkan oleh Penerbit Edelweiss: CCPK Beautiful Music.

Gaya bahasa dan penuturan Dwiyasti sederhana tapi enak dibaca dan sarat pesan moral. Cerita-ceritanya juga masuk logika dan terinspirasi dari kehidupan anak-anak seusianya, 12 tahun.

Contohnya, cerita My New Diary. Isinya bercerita tentang kakak adik Laurent dan Goorn. Goorn yang usil dan Laurent yang jutek membuat Laurent dan Goorn seperti kucing dan anjing. Suatu ketika, Goorn tanpa sengaja (atau sengaja ya?) merusak diari Laurent. Diari yang dibeli Laurent dengan mengumpulkan uang jajan itu tercebur got gara-gara ulah Goorn. Oo…, tapi Goorn mau membelikan diari pengganti untuk Laurent dengan tabungannya. Tidak hanya itu, demi mencari diari pengganti, Goorn tidak ikut acara makan-makan di rumah nenek. Dari kejadian itu, Goorn menyadari bagaimana rasanya membeli dengan uang hasil tabungan sendiri. Laurent pun sadar bahwa Goorn adalah kakak terbaik yang dia punya.😉

Kok My New Diary? Yup, Yupz, ini adalah kumcer alias kumpulan cerpen buah pena Dwiyasti. Selain My New Diary masih ada tiga belas cerita lainnya yang juga sarat pesan moral dan menarik untuk dibaca. Dari semua cerita itu, cerita unggulannya adalah  Beautiful Music yang diletakkan sebagai cerita keenam.

Beautiful music sendiri mengisahkan Peri Violet yang mendapat tugas oleh guru musiknya untuk mencari musik terindah di dunia. Tugasnya itu nantinya dikumpulkan dalam bentuk catatan. Nama guru musik Peri Violet adalah Pak Olba. Pak Olba tidak hanya memberikan tugas kepada Peri Violet, tetapi juga kepada teman-teman sekelas Peri Violet. Namun, Pak Olba hanya memberi waktu selama satu minggu untuk menemukan jawaban itu.

Peri Violet kebingungan. Ia tidak mungkin memberikan catatan kosong kepada Pak Olba. Temannya, Peri Filend, sudah menemukannya dan akan segera mengumpulkan tugas itu kepada Pak Olba. Atas permintaan Peri Violet, setelah selesai mengumpulkan catatan kepada Pak Olba, Peri Filend menemani Peri Violet mencari musik terindah di dunia.

Keduanya mencari musik terindah ke mana-mana. Keduanya juga masuk ke studio musik demi menemukan musik terindah di dunia. Namun, nihil.

Setelah malam tiba dan Peri Filend pulang, Peri Violet termenung di kamarnya. Di tengah suasana malam yang hening, dia akhirnya menemukan jawaban atas pertanyaan Pak Olba.

Ilustrasi lucu di setiap judul cerita membuat buku yang dibandrol dengan harga Rp.22.000 ini semakin menarik dibaca.

Happy reading!

s^_^p