Journey to Iran
Bukan Jalan-Jalan Biasa

Pengarang: Dina Y. Sulaeman
Format: 13 x 20,5 cm
ISBN: 978-602-8672-25-2
Jumlah halaman: 268
Harga: Rp 20.000,-
Soft cover
Terbit: 26 Mei 2011
Kode buku: XJ-02

Sinopsis
Dalam perjalanan itu, kami (saya dan keluarga) berjumpa orang-orang Iran dari berbagai etnis, budaya, dan agama. Kami menyaksikan keanggunan dan keningratan orang-orang Gilan di utara, militansi kesukuan orang-orang Kurdi di barat, kehangatan nyala api orang-orang Majusi di timur, hingga keramahan khas orang-orang etnis Arab di selatan Iran. Desa kuno berusia lima ribuan tahun di Abyaneh, kebun-kebun mawar yang air sulingan bunganya dipakai untuk mencuci Ka‘bah, kebun teh di pinggir Laut Kaspia, puing-puing perang di Khurramshar, kuil sesembahan orang Persia kuno di Dezful, kota kuno di Shoustar yang pernah diperebutkan pada era Khalifah Umar bin Khathab, masjid kaum Sunni di Sanandaj dengan beranda tuanya yang adem, Pegunungan Zagros yang membuat nafas tertahan, dan puing istana Persepolis yang menjadi bukti kemegahan peradaban Persia kuno, adalah di antara keeksotisan Iran yang kami saksikan dalam perjalanan itu.

Endorsement:
Saya menabung mimpi: mengunjungi negeri para Mullah yang penuh magis dan kekayaan kebudayaan Islam sekaligus Persia klasik itu, ditemani oleh penulis, dengan gaya backpacker.
Imazahra, Penulis Kuliah Gratis Keluar Negeri, Mau? (2) dan Backpacker ke 23 Negara.

Perjalanan Dina ke berbagai wilayah Iran yang sangat beragam itu membuka mata kita tentang latar belakang kultur yang sangat beragam, etnisitas, agama, sejarah, bahkan modernitas dan gaya hidup orang-orangnya, baik di kota maupun di desa-desa di pegunungan di Iran. Keindahan negara Iran juga digambarkan dengan saksama, menggoda kita untuk berangan-angan pergi ke sana pada suatu ketika.
Sirikit Syah, penulis dan pengamat media, pendiri Lembaga Konsumen Media-Media Watch.

Buku ini tidak akan mengajak kita mengunjungi tempat-tempat wisata yang sering ditulis media atau ditawarkan biro perjalanan wisata, namun penulis akan membawa kita menjelajahi Iran layaknya seorang etnografer/antropolog.
Matatita, penikmat seni dan antropologi, juga menulis buku EUROTRIP: Safe & Fun dan UKTRIP: Smart & Fun