Dulu, Abdel bercita-cita menjadi pilot. Menurut imajinasinya, menjadi pilot itu keren karena berseragam dan bisa terbang naik pesawat. Cita-citanya kandas karena, setelah SMA, Abdel Achrian sadar bahwa dirinya enggak kuat lari. Padahal, untuk jadi pilot ada tes larinya.

Dengan berbekal uang logam seratus rupiah, Mongol berangkat ke Jakarta. Tujuannya saat itu cuma satu: belajar teologia. Impiannya kandas. Ia terpaksa hidup luntang-lantung karena pihak sponsor studinya pergi begitu saja.

Abdel yang taat beragama, ternyata tidak cukup kuat menahan goda narkoba. Sementara Mongol, kelahiran Manado yang enggak punya tampang orang Manado, selalu dihantui penilaian orang lain tentang muka copetnya.

Lalu, bagaimana lika-liku perjalanan hidup Abdel Achrian dan Mongol selanjutnya? Bagaimana pula kisah perjuangan mereka mencapai kesuksesan di panggung Stand Up Comedy Indonesia?

Cinta, keluarga, hidup, dan tragedi dikemas kocak dalam tulisan-tulisan Abdel dan Mongol. Tentu saja, tanpa meninggalkan identitas smart comedy keduanya.

“Saya selalu percaya bahwa tragedi ada di kehidupan siapa pun, termasuk komedian. Di buku ini, Abdel & Mongol secara apik menceritakan tragedi mereka dengan gaya komedinya masing-masing. It’s a must read!
Acho, Comic Stand up Comedy

“Mau tahu rasanya bagaimana jadi orang lucu seperti Abdel dan Mongol yang bisa memanfaatkan bakat melucunya hingga menghasilkan uang? Baca buku ini!”
@solehsolihun, Comic Stand up Comedy

“Abdel & Mongol punya banyak kesamaan. Keduanya sama-sama lucu kebangetan, sering nongol di TV, dan punya basis penggemar usia 40 tahun ke atas. Yang pasti, keduanya sama-sama punya perjalanan hidup yang lucu & mengharukan. Buku ini lucu sekaligus sendu!”
@ernestprakasa, stand-up comedian.

@abdelachrian

@Mongol_Stres

@pnrbitedelweiss

@StandUpIndo

@StandUpKompasTV

@standupmetrotv