Category: CCPK


LOMBA CERPEN EDELWEISS KIDS 2012 – PART II

Dear Adik-Adik Edelweiss Kids yg Imut-imut ga kyk marmut tp rajin kyk semut… ;P

Kakak Penerbit Edelweiss ngadain Lomba Cerpen lagi dari tanggal 1 Juli – 31 Juli 2012.

Syaratnya:

1. Cerpen adik-adik orisinal, belum pernah dimuat di mana pun, dan belum pernah dikirimkan ke penerbit mana pun.

2. Tema cerpen bebas, topik mengikuti tren terbaru dan fresh.

3. Diketik di A4, times new roman 12 pt, 1.5 spasi.

4. Minimal 5 halaman, maksimal 15 halaman.

5. Naskah Cerpen dilampirkan (bukan dicopas ke badan email), sertakan juga biodata dan no telepon yg bisa dihubungi. Biodatanya dalam bntuk narasi dan dituliskan di akhir cerita.

6. CCPK < 12 tahun ; KCPK 12-15 tahun ; RPK 15-19 tahun

7. Kirim via email ke edelweiss.publisher@gmail.com, tulis subjeknya: KATEGORI_JUDUL_NAMA

misalnya: KCPK_BOOK OF SHADOWS_ANNISA

8. naskah cerpen terakhir diterima tanggal 31 JULI 2012 pk.23.59.

9. Pengumuman 20 AGUSTUS 2012 di grup FB Edelweiss Kids

10. Dipilih 3 cerpen terbaik untuk semua kategori.

11. satu orang kirim 1 naskah. Naskah yg sudah dikirim tidak boleh dikirim ulang.

Ditunggu ya! Tengkyu n cheers…

^_^

CCPK Delisiozo!

Pengarang: Nadin, 10 tahun
Format: 14,5 x 21 cm
Jumlah halaman: xi + 88
ISBN: 978-602-8672-43-6
Harga: Rp24.000,-
Soft cover
Terbit: 13 Januari 2012

Halo! Namaku Valerie. Aku adalah pencinta kuliner. Aku sangat suka mencicipi berbagai macam makanan. Kebetulan sekali, saat sedang libur kenaikan kelas, aku berkesempatan berwisata kuliner ke Italia, salah satu negara favoritku selain tanah airku tentunya. Alasannya satu, aku ingin benar-benar merasakan masakan Italia dengan citarasa Italia yang benar-benar asli 100%.
Hm… Masakan Italia apa saja yang aku cicipi dan bagaimana rasanya? Yuk, ikuti kisahku berwisata kuliner dalam buku ini!Delizioso!

Endorsment:
“Novel tentang masakan Italia ini memang nomero uno! Dijamin liur kalian bakalan tumpah! Eitss!! Jangan tumpah di buku ya, hahahaha. Stupefacente, Nadin! 😀
-Safa Nabila Lasabuda, penulis CCPK Friends, friends, friends

Tentang penulis
Hati teman-teman! Namaku Nadya Rizqi Aditya. Aku lahir di Mojokerto pada 28 Januari 2001. Aku sekaran kelas 5 SD TNH Mojokerto. Hobiku banyak, di antaranya menulis, membaca, menonton televisi, berselancar di dunia maya, dan menyanyi.
Cita-citaku banyak, antara lain menjadi penulis, fotografer, presenter, pemusik, penyiar radio, dan fotografer. Oh ya, kritik dan saran dari teman-teman kirimkan saja ke nadyarizkyaditya@yahoo.com atau rizkiadya@gmail.com, Facebook Nadya Rizky Aditya, atau Twitter @nadya_ra. Tunggu karyaku berikutnya ya!

Pengarang: Yuke, 11 tahun
Format: 14,5 x 21 cm
ISBN: 978-602-8672-41-2
Jumlah halaman: xi + 94
Harga: Rp24.000,-
Soft cover
Terbit: 13 Januari 2012

Namaku Fiya. Aku mempunyai dua orang kakak, Kak Uthi dan Kak Ithi. Aku baru saja tiba di India. Nama sekolah baruku Hindi International School. Di sekolah itu, aku mempunyai beberapa orang teman. Mereka adalah Vetolica, Fauzi, Feny, dan Thih.

Sebelum bersahabat dengan keempat temanku itu, aku sempat berselisih dengan Vetolica. Karena aku ingin berdamai dan bersahabat dengannya sekaligus membantu Thih, aku membelikan sesuatu bermantra yang bisa mengubah sifat Vetolica.

Petualangan seru dimulai saat kami berkemah di The Roombanoohollaho Jungle. Hutan yang aku juluki sebagai Hutan Trouble karena hutan itu menyimpan berbagai masalah yang selalu menjadi teka-teki yang tak terpecahkan.

Happy reading!

s^_^p

Edelweiss Kids
Cilik-Cilik Punya Karya: Yola’s Amazing Discovery
Penemuan Rahasia yang Mencengangkan

Pengarang: Dita, 10 tahun
Format: 14,5 x 21 cm
ISBN: 978-602-8672-40-5
Jumlah halaman: 106
Harga: Rp24.000,-
Soft cover
Terbit: 13 Januari 2012

Normatania Permata Salsabila, itu nama lengkapnya. Nama panggilannya Yola. Anaknya jahil. Dia sering membuat eksperimen hebat di laboratoriumnya.

Enggak percaya? Yuk kita intip satu per satu.

Kain Menangis
Ini adalah eksperimen pertama Yola. Di sekolah Yola ada anak laki yang nakal. Namanya Reza. sering mengganggu anak perepuan atau anak laki-laki lain yang tidak masalah lain sebelumnya. Dan, Yola pun beraksi dengan kain menangis ciptaannya, Yola berhasil menyadarkan Reza dan mengubah sifatnya yang jahat menjadi anak baik.

Rubik tiga warna menjadi eksperimen kedua Yola. Kali ini, bersama kedua temannya, Yola menciptakan rubik tiga warna. Warna rubik Yola berubah menjadi biru saat dimasukkan ke air dingin, berubah menjadi kuning saat dimasukkan ke air hangat, berubah menjadi hijau saat dimasukkan ke air biasa.

Berkat gula. Bagian ini sebenarnya memanfaatkan kecerdikan Yola. Dia menggunakan gula untuk mengalihkan semut-semut.

Selanjutnya adalah gas ketawa. Dengan gas ini Yola berhasil membuat temannya yang semula diam tertawa.

Roti pedas mau bicara. Nah, kalau yang satu ini dipakai Yola untuk membuat temannya yang pendiam menjadi mau bicara. Agak usil sih tapi … lucu. Yola juga tuliskan resep dan cara membuat roti pedas ini buat kamu. Setelah memakan roti itu, Katia, teman Yola yang pendiam, akhirnya mau bicara dan enak diajak ngobrol.

Tidak berhenti sampai di situ, Yola beraksi dengan membuat susu pemutih badan. Keinginan memiliki kulit putih dan bersih ternyata tidak hanya menghinggapi orang dewasa. Anak-anak seusia Yola dan teman-temannya juga pengin punya kulit putih. Mereka secara khusus meminta Yola untuk melakukan eksperimen menciptakan produk pemutih badan. Yola memberi nama hasil eksperimennya itu susu pemutih badan.

Pada dasarnya Yola senang menolong orang lain. Ia menggunakan benda-benda ciptaan hasil eksperimennya untuk menolong teman-teman dan orang lain.

Ada kalanya Yola tidak bereksperimen untuk menolong orang lain. Salah satu contohnya adalah membantu Pak Malik untuk menjadi penulis cerita anak-anak.

Setelah berhasil menolong Pak Malik, cerita ini diakhiri dengan kisah Yola yang ikut lomba sains.

Melalui cerita ini, Dita Indah Syaharani ingin menyampaikan pesan bahwa dalam bergaul tidak hanya diperlukan kecerdasan intelegensia tetapi juga kecerdasan emosional.

Dengan menggunakan alur maju, Dita bisa menuliskan imajinasi dalam cerita yang mengalir. Walaupun usia penulisnya baru sepuluh tahun, Dita bisa ‘menghipnotis’ pembaca untuk terus membaca sampai di halaman akhir.

Tak ada gading yang tak retak, demikian pula karya pertama Dita. Walaupun ceritanya cenderung tidak masuk akal bagi orang dewasa (catat: kemampuan imajinasi seseorang akan berkurang ketika menginjak dewasa), cerita imajinasi Dita sangat pas dibaca oleh anak-anak seusia Dita.

Happy reading!

s^_^p

CCPK: Neo Tri N

Pengarang : Azzah Hanifah
Format : 14,5 x 21 cm
ISBN : 978-602-8672-39-9
Jumlah halaman : 116
Harga : Rp 22.000,-
Soft cover
Terbit : November 2011
Kode buku : XN-05

Bersaudara kembar pasti asyik. Bisa ke mana-mana berdua, bisa curhat-curhatan, bisa dandan bareng, atau bisa juga main sepak bola bareng. Sayangnya, kita sering lupa kalau kembar itu tetap dua individu yang berbeda. Itu artinya, kalau kamu kembar, belum tentu kamu punya hobi yang sama dengan kembaranmu. Belum tentu juga bakat kamu sama dengan kembaranmu. Misalnya, kamu hobi baca eh ternyata kembaranmu punya hobi traveling. Atau, kamu punya bakat di musik, tapi kembaranmu enggak bisa sama sekali baca not atau menyanyi. Namun, sering kali lingkungan kita menganggap bahwa kembar itu identik: hobi sama, bakat sama, warna favorit sama, atau parahnya kembar dianggap sama-sama pintar. Percaya atau enggak, anak kembar enggak suka loh kalau dipakaikan baju yang sama dengan kembarannya. 😉

Nah, ide cerita inilah yang diangkat oleh Azzah Hanifah, 12 tahun, di buku pertamanya yang berjudul Neo TriN.

Dikisahkan di dalam bukunya, ada Nae dan Nei. Mereka bersaudara kembar. Nae berbakat di bidang musik dan akademik, sementara Nei senang menulis puisi dan nilai akademiknya rata-rata.

Orang-orang di sekitar Nae dan Nei cenderung membandingkan Nei dan Nae. Mereka juga mengenal Nei karena ketenaran Nae. Nei tidak suka diperlakukan seperti itu. Ia sering menuliskan semuanya di diarinya yang dinamainya DIFA TASUKA.

Nae terkenal sebagai penulis cilik, sedangkan Nei senang bermusik. Nei menulis sendiri syair lagu-lagunya. Suatu ketika, saat Nae launching buku, Nei datang dengan menyamar. Tanpa diduga, Nae memperkenalkan Nei sebagai kembarannya dan sedang menggarap album. Nei kaget bukan kepalang. Audiens yang hadir pun bertepuk riuh.

Sejak saat itu, Nei yang selalu sebal pada Nae karena selalu ‘kalah’, mengubah sikapnya. Ia menjadi lebih bersahabat.

Cerita Azzah tidak berhenti sampai di situ. Ibu Nae dan Nei sakit dan dirawat di rumah sakit. Pengobatan ibu Nae dan Nei memerlukan biaya yang sangat besar. Untuk membiayai pengobatan ibu, mereka terpaksa pindah rumah.

Di situlah mereka berkenalan dengan seorang anak perempuan bernama Namira. Namira atau Mira punya suara yang merdu. Singkat cerita, Mira direkrut Nei dan Nae untuk bergabung dalam grup mereka.

Saat semuanya seolah berjalan tenang, tersingkaplah sebuah rahasia yang sangat tidak Nei duga sebelumnya. Rahasia itu tentang Nae.

Untuk anak berusia 12 tahun, kehebatan Azzah Hanifah menjalin konflik patut diacungi jempol. Ceritanya mengalir tidak membosankan.

Ada satu quote menarik. Quote ini diucapkan guru baru Nei saat baru masuk kelas Nei. Nei yang tidak suka matematika dan bahasa indonesia jadi semangat belajar kedua pelajaran itu.

“Jika kamu ingin menguasai satu pelajaran, kamu harus menyukai orang yang memberi pelajaran itu terlebih dulu ….”

Happy reading!
s^_^p

%d bloggers like this: